Detail Poster

Ketahanan pangan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakseimbangan distribusi pangan, fluktuasi harga, dan keterbatasan informasi pasar yang menyebabkan rantai pasok pangan menjadi kurang efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperkenalkan SIGAP 5.0, yaitu sistem informasi dan prediksi pangan berbasis kecerdasan buatan yang menghubungkan petani dengan pelaku usaha secara langsung serta menyediakan prediksi harga dan kebutuhan pasar. Inovasi ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh harga jual yang lebih menguntungkan, memudahkan UMKM dan restoran mendapatkan bahan baku yang stabil, serta menjaga kestabilan harga pangan bagi masyarakat. Meskipun masih menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur internet, dan adaptasi teknologi di kalangan petani, penerapan SIGAP 5.0 berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi pangan, memperkuat sektor agritech, dan mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara teknologi, pemerintah, dan masyarakat.

Oleh: Ines Permatasari
Tanggal: 11 March 2026

SIGAP 5.0: Sistem Informasi & Prediksi Pangan Berbasis AI untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan