Kesetaraan Gender dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): Suatu Reviu Literatur Sistematis
Penulis
Faturcham Alputra dan Fera Try Susilawaty
Latar Belakang
Isu kesetaraan gender menjadi perhatian global sejak disepakatinya Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015. Kesetaraan gender secara khusus tertuang dalam Tujuan ke-5 SDGs yang menekankan penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan. Di Indonesia, meskipun telah terdapat berbagai regulasi dan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan, praktik ketimpangan gender masih terlihat dalam berbagai aspek seperti pendidikan, ekonomi, politik, dan ketenagakerjaan. Budaya patriarki, stereotip sosial, serta keterbatasan akses terhadap sumber daya menjadi faktor yang memperkuat ketidaksetaraan tersebut. Oleh karena itu, pembahasan mengenai kesetaraan gender dalam kerangka SDGs menjadi penting untuk melihat sejauh mana komitmen global tersebut diimplementasikan di tingkat nasional maupun lokal.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya kesetaraan gender dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya, serta melihat relevansi kebijakan gender terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, laporan resmi pemerintah, serta publikasi lembaga internasional yang berkaitan dengan gender dan SDGs. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengkaji konsep kesetaraan gender, indikator SDGs Tujuan 5, serta realitas implementasinya di Indonesia.
Hasil dan Pembahasan
Hasil kajian menunjukkan bahwa kesetaraan gender merupakan prasyarat penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan karena berpengaruh terhadap dimensi sosial, ekonomi, dan politik. Dalam konteks SDGs, Tujuan 5 tidak hanya menekankan pada penghapusan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan, tetapi juga pada peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta kemandirian ekonomi. Di Indonesia, berbagai kebijakan seperti pengarusutamaan gender telah diterapkan, namun implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan kultural. Ketimpangan terlihat dari masih rendahnya representasi perempuan dalam jabatan strategis, kesenjangan upah, serta tingginya angka kekerasan berbasis gender. Selain itu, akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi dan pengambilan keputusan masih belum merata, terutama di daerah pedesaan. Artikel ini menegaskan bahwa tanpa komitmen politik yang kuat, perubahan budaya, dan integrasi perspektif gender dalam setiap kebijakan pembangunan, pencapaian SDGs secara keseluruhan akan sulit diwujudkan karena kesetaraan gender memiliki keterkaitan erat dengan tujuan-tujuan pembangunan lainnya.
Kesimpulan
Kesetaraan gender merupakan elemen fundamental dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Meskipun secara normatif Indonesia telah memiliki regulasi dan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan kultural. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan yang responsif gender, peningkatan kesadaran masyarakat, serta sinergi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta agar kesetaraan gender benar-benar terwujud dan berkontribusi terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
« Kembali ke daftar judul