Brand Posts with Memes on Social Media: Perceived Humor and Consumer Engagement

Penulis
Sphurti Sewak dan Jaehoon Lee
Jurnal
Journal of Consumer Marketing
Reviewer
Qanita Khadijah

Latar Belakang
Penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan meme sebagai bentuk komunikasi di media sosial oleh brand untuk menarik perhatian konsumen. Meskipun meme dianggap efektif dalam menyampaikan pesan yang menghibur dan meningkatkan keterlibatan konsumen, pemahaman tentang bagaimana meme mempengaruhi persepsi humor dan perilaku konsumen masih terbatas. Penelitian ini penting karena mengkaji hubungan antara postingan merek dengan meme, persepsi humor, dan dampaknya terhadap keterlibatan konsumen, serta mengeksplorasi potensi risiko penggunaan meme dalam kampanye yang bersifat serius seperti kampanye terkait isu sosial.
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana postingan media sosial merek yang menampilkan meme mempengaruhi persepsi humor konsumen dan dampaknya terhadap perilaku keterlibatan konsumen. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki potensi risiko penggunaan meme dalam kampanye yang bersifat lebih serius, seperti kampanye terkait isu sosial atau tujuan tertentu.
Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi eksperimen dan analisis data dunia nyata. Menggunakan manipulasi kondisi meme dengan berbagai template meme dan pesan yang disesuaikan untuk mengukur persepsi humor dan keterlibatan konsumen, seperti like dan share. Selain itu, penelitian juga mengumpulkan data dari platform media sosial dan pencarian Google untuk menguji pengaruh meme terhadap persepsi humor dan keterlibatan secara empiris. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan validitas eksternal dan generalisasi temuan.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa postingan merek yang menggunakan meme dianggap lebih humoris oleh konsumen dan meningkatkan tingkat keterlibatan mereka. Konten meme yang memiliki tingkat humor tinggi terbukti lebih efektif dalam memicu respons positif dari konsumen dibandingkan meme dengan humor rendah. Penelitian juga menemukan bahwa efek positif meme terhadap keterlibatan konsumen lebih kuat dalam konteks kampanye produk daripada kampanye terkait isu sosial. Namun, humor yang terlalu gelap atau sarkastik dapat mengurangi efektivitas meme dan mempengaruhi persepsi konsumen secara negatif.
Kesimpulan
Meme yang mengandung humor dianggap sebagai sinyal positif yang mampu menimbulkan emosi positif dan memperkuat hubungan emosional antara merek dan konsumen. Namun, efektivitas meme sangat bergantung pada konteks pesan yang disampaikan, meme yang digunakan untuk kampanye serius atau isu sosial dapat berpotensi menurunkan persepsi keseriusan dan mengurangi engagement. Oleh karena itu, keberhasilan strategi pemasaran berbasis meme memerlukan penyesuaian dengan pesan dan situasi tertentu agar tetap relevan dan tidak menimbulkan efek sebaliknya.
« Kembali ke daftar judul