Decoding turnover intention in Malaysia’s ICT industry: the mediating role of employee loyalty in the nexus between exploring the recruitment and selection, training and development, and work-life balance
Penulis
H. M. Mahfuzur Rahman, Chinnasamy Agamudai Nambi Malarvizhi, dan Nasreen Khan
Jurnal
Cogent Business & Management
Reviewer
Naila Ayu Rahmasari
Latar Belakang
Penelitian ini berawal dari tingginya aspirasi untuk berpindah kerja di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Malaysia, yang dapat merusak stabilitas dan kinerja perusahaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi pengaruh rekrutmen dan seleksi, pelatihan serta pengembangan, dan keseimbangan antara kehidupan kerja dengan kehidupan pribadi terhadap keinginan untuk berpindah kerja, dengan loyalitas karyawan sebagai variabel tengah. Sektor TIK di Malaysia menghadapi kesulitan dalam mempertahankan pekerja berbakat karena adanya kompetisi yang sangat ketat dan beban kerja yang tinggi, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas dan retensi karyawan.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak proses rekrutmen dan pemilihan, pelatihan dan pengembangan, serta keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan terhadap niat keluar karyawan, dengan meneliti fungsi mediasi dari loyalitas karyawan dalam sektor TIK di Malaysia.
Metode
Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) yang berbasiskan Partial Least Squares (PLS), menggunakan aplikasi SmartPLS 4. Sampel yang digunakan mencakup 244 pekerja yang diambil secara acak dari perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Malaysia Digital (MD). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan teknik bootstrapping untuk menguji hipotesis yang bersifat langsung dan tidak langsung.
Hasil dan Pembahasan
Hasil riset mengindikasikan bahwa pelatihan dan pengembangan berdampak negatif yang signifikan terhadap niat keluar (β = −0.603, p < 0.01) dan berdampak positif terhadap komitmen karyawan (β = 0.361, p < 0.01). Proses rekrutmen dan seleksi memiliki pengaruh positif terhadap komitmen (β = 0.193, p = 0.01), tetapi tidak memiliki dampak langsung yang signifikan pada niat keluar. Di sisi lain, keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap baik komitmen maupun niat keluar. Komitmen karyawan terbukti berfungsi sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara rekrutmen seleksi serta pelatihan pengembangan dengan niat keluar.
Kesimpulan
Penelitian ini menemukan bahwa pelatihan dan pengembangan adalah elemen penting untuk menurunkan niat keluar karyawan dan memperkuat kesetiaan karyawan. Proses rekrutmen dan seleksi memiliki dampak tidak langsung melalui kesetiaan, sedangkan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan tidak menunjukkan pengaruh signifikan di sektor TIK di Malaysia. Oleh karena itu, perusahaan dianjurkan untuk mengalokasikan sumber daya pada program pengembangan untuk karyawan serta meningkatkan proses rekrutmen yang fokus pada kesesuaian dengan budaya organisasi demi mengoptimalkan retensi karyawan.
« Kembali ke daftar judul