Implikasi Variabel Lingkungan, Makroekonomi, dan Mikroekonomi dari Penerapan Pajak Karbon Menuju Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia
Penulis
Putri Ayu, Fery Andrianus, Bintang Rizky AMS. Saibah, Nur Ari Sufiawan, dan Ria Vinola K. Cahyadi
Jurnal
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi)
Reviewer
Nayla Rahmah Salsabilah
Latar Belakang
Perubahan iklim merupakan kejadian yang sangat penting diperhatikan karena membahayakan kesehatan planet, manusia dan ekosistem di dunia. Gas rumah kaca atau Greenhouse Gases yang dipancarkan ke atmosfer dalam jangka waktu puluhan tahun menyebabkan pemanasan global sekarang. Emisi yang dihasilkan dunia akibat dari kegiatan industri maupun aktivitas lainnya membawa eksternalitas negatif. Peraih Nobel William, Nordhaus memandang perubahan iklim sebagai tantangan utama karena berdampak negatif pada lingkungan, bahkan bisa menyebabkan bencana seperti kekeringan, banjir dan musnahnya ekosistem.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah dampak penerapan pajak karbon terhadap variabel lingkungan, makroekonomi dan mikroekonomi ika diterapkan di Indonesia.
Metode
Metode penelitian yang digunakan adalah metode CGE dengan menggunakan GTAP-E untuk mengevaluasi kebijakan energi dalam perekonomian. GTAP-E terdiri dari 140 negara dan 57 sektor yang digabungkan menjadi empat puluh dua wilayah dan delapan sektor. Menggunakan skenario pajak karbon (simulasi 1 sebesar 1,93 USD dan simulasi 2 sebesar 3,72 USD, simulasi 3 sebesar 4,83 USD).
Hasil dan Pembahasan
Hasil menunjukkan bahwa variabel lingkungan hidup CO2 mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar terjadi pada sektor batubara, disusul minyak bumi, gas dan olahan minyak bumi lainnya. Dampak variabel makro menyebabkan PDB naik, perubahan neraca perdagangan meningkat, harga pasar komoditas menurun di beberapa sektor, dan nilai impor barang sektor batubara, Minyak bumi, dan gas menurun. Variabel mikro terlihat pada kepuasan/utilitas belanja pemerintah per kapita meningkat, utilitas belanja swasta menurun.
Kesimpulan
1)Pajak karbon Indonesia berdampak negatif terhadap Lingkungan. Semakin tinggi pajak karbon semakin turun emisi CO2 di Indonesia. 2)Pajak karbon Indonesia berdampak positif terhadap variabel makroekonomi GDP pada simulasi 1, dan menurun pada simulasi 2 dan 3. Pada variabel Impor Pajak karbon menurunkan impor sektor Batu Bara, Minyak Bumi, Gas dan Olahan minyak Lainnya di Indonesia. 3)Pajak karbon Indonesia dalam mikro ekonomi menunjukkan dampak positif terhadap kepuasan pemerintah dan negatif terhadap kepuasan perusahaan.
« Kembali ke daftar judul