Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat

Penulis
Yetty Agustini dan Erni Panca Kurniasih
Jurnal
Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan
Reviewer
Nurlitasari

Latar Belakang
Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) di Kalimantan Barat, yang ternyata belum mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan secara signifikan. Meskipun investasi dan penyerapan tenaga kerja terus meningkat selama periode 2008–2013, jumlah penduduk miskin tidak berkurang sebanding. Hal ini menandakan adanya ketimpangan antara peningkatan investasi dan pemerataan hasil pembangunan di wilayah tersebut.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi PMDN, PMA, dan penyerapan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Kalimantan Barat, serta menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap jumlah penduduk miskin. Melalui penelitian ini, penulis berharap dapat memberikan masukan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembangunan ekonomi yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan hasilnya agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Metode
Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan explanatory research, menggunakan data sekunder dari BPS selama tahun 2008–2013 yang mencakup 10 kabupaten/kota. Analisis dilakukan dengan regresi data panel menggunakan model fixed effect dan random effect melalui EViews 6.0, dengan dua tahap: pertama untuk melihat pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi, dan kedua untuk menguji pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap jumlah penduduk miskin.
Hasil dan Pembahasan
PMDN, PMA, dan penyerapan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Hal ini berarti peningkatan investasi dan perluasan lapangan kerja dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya menurunkan tingkat kemiskinan. Namun, pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum merata karena sebagian besar hasilnya masih dinikmati oleh kelompok masyarakat berpendapatan tinggi.
Kesimpulan
peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Pemerintah daerah disarankan untuk tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan hasil pembangunan agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
« Kembali ke daftar judul