Dampak Penggunaan Chat GPT pada Kompetensi Mahasiswa Akuntansi: LiteratureReview
Penulis
Wulandari Hidayanti dan Rizdina Azmiyanti
Jurnal
SENAPAN: Jurnal Akuntansi dan Manajemen
Reviewer
M. Adib Alfarezi
Latar Belakang
Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk AI yang paling populer adalah ChatGPT, yang mampu memberikan jawaban layaknya percakapan manusia. Di satu sisi, ChatGPT mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, mencari referensi, dan mengembangkan keterampilan akademik. Namun di sisi lain, penggunaannya yang berlebihan berpotensi menimbulkan masalah serius seperti plagiarisme, berkurangnya kreativitas, serta menurunnya integritas akademik. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai dampak ChatGPT terhadap kompetensi mahasiswa, terutama di bidang akuntansi yang menuntut keahlian teknis sekaligus integritas etis.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan ChatGPT terhadap kompetensi mahasiswa akuntansi, baik dari sisi peluang maupun ancaman, serta memberikan rekomendasi bagi perguruan tinggi dalam menyusun kebijakan penggunaan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab.
Metode
Penelitian menggunakan metode literature review dengan mengkaji 500 artikel yang diperoleh dari Google Scholar melalui aplikasi Publish or Perish. Setelah diseleksi, 480 artikel digunakan sebagai bahan analisis, sementara 20 artikel dieliminasi karena tidak relevan. Analisis dilakukan dengan bantuan Vosviewer untuk memetakan kata kunci, jaringan penelitian, dan tren publikasi.
Hasil dan Pembahasan
Hasil analisis menunjukkan peningkatan pesat publikasi tentang ChatGPT pada 2018–2023. Pemetaan Vosviewer mengungkap lima kluster utama: dampak AI di pendidikan tinggi, teknologi akuntansi, keterampilan mahasiswa, integrasi AI, dan pengembangan berpikir kritis. ChatGPT menawarkan banyak peluang seperti kemudahan akses informasi, percepatan tugas, dan dukungan pembelajaran, namun juga menimbulkan risiko plagiarisme, ketergantungan, dan menurunnya orisinalitas. Karena itu, diperlukan kebijakan perguruan tinggi yang jelas agar pemanfaatannya tetap mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Kesimpulan
Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa akuntansi memiliki dua sisi, yaitu sebagai peluang untuk meningkatkan proses belajar sekaligus sebagai ancaman terhadap integritas akademik dan kompetensi. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan secara bijak, etis, dan bertanggung jawab. Perguruan tinggi diharapkan dapat membuat kebijakan yang mengatur penggunaan ChatGPT agar manfaatnya dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa di masa depan.
« Kembali ke daftar judul