Accounting for Crime

Penulis
Cheryl L. Rehman
Jurnal
Critical Perspective on Accounting
Reviewer
Andi Idwar S.

Latar Belakang
Praktik akuntansi dapat diasumsikan memiliki lingkup pengaruh yang menjangkau di seluruh dunia dalam bidang ekonomi, dan dengan demikian, tentu saja, berpengaruh dalam kesejahteraan sosial juga. Namun, praktik akuntansi itu rapuh, dan bergantung pada sistem ""legitimasi"", ""keandalan"", dan ""kepercayaan"" yang kompleks. Praktik akuntansi selalu berkaitan dengan kecurangan, dan selalu dipengaruhi oleh keruntuhan keuangan, pelanggaran manajemen, dan salah saji oleh pejabat perusahaan. Seseorang mungkin berspekulasi bahwa premis penting di balik audit perusahaan publik adalah bahwa ... manajer curang. Apa implikasinya ketika kejahatan dan penipuan menyusup ke dalam pelaporan keuangan? Enron, runtuh pada puncaknya di tahun 2021 yang dimulai dari era 1960-an hingga 1990-an dari serangkaian skandal finansialnya: melebih-lebihkan laba dan manipulasi inventaris. Dramatis sekali.
Tujuan
Mengeksplorasi bagaimana ilusi kejahatan direka ulang pada akhir abad ke-20 dalam kerangka penelitian akuntansi kritis. Ini, adalah tujuan utamanya. Harus diakui bahwa akuntansi dan penipuan terjalin rapuh. Regulasi, tata kelola, krisis, kemiskinan, ras, pemuda, politik, dan kelas dapat menjadi penyebab dari kejahatan. Artikel ini menyelidiki bagaimana kejahatan tersebut menginfeksi isu-isu, sehingga mengungkap bahwa Negara, Media, dan Akuntansi bertindak sebagai dalang pengelola kejahatan, kemudian menetapkannya sebagai suatu susunan sosial yang nyaman, bukannya fakta.
Metode
“We examine these issues by revealing the statistics and strategies of managing crime outside the walls of Wall Street—in prisons—and inside the walls of Wall Street—white-collar crime.” Metode kualitatif-interpretatif. Indikasi dari bentuk analisisnya yang kritis dan komparatif (dalam bentuk perbandingan) yang digunakan, yang menggunakan analisis wacana, studi kasus historis (seperti Enron), dan data statistik (mengenai pemenjaraan vs. kejahatan kerah putih) sebagai alat pengungkap kejahatan sebagai konstruksi sosial.
Hasil dan Pembahasan
Temuan utama dari artikel mengonfirmasi bahwa kejahatan direkonstruksi dan dikelola oleh kekuatan-kekuatan institusional, yaitu Negara, Media, dan Akuntansi sebagai bagian dari proses politik dan sosial yang rumit. Mengikuti tradisi penelitian kritis, ditegaskan bahwa kejahatan bukan sebuah kategori tunggal yang objektif, tapi konstruksi sosial yang maknanya dijiwai dan dibentuk oleh praktik-praktik sosial yang ada. Dengan kata lain, ini adalah permasalahan struktural.
Kesimpulan
Akhirnya, penelitian menyimpulkan bahwa eksplorasinya mengenai representasi ulang kejahatan pada akhir abad ke-20 telah tercapai dalam kerangka penelitian akuntansi kritis. Akuntansi dan isu penipuan dikonfirmasi sebagai elemen yang penting dari tatanan sosial yang rumit (isu-isu regulasi, krisis ekonomi, …). Temuan menunjukkan bahwa kejahatan, dasarnya adalah konstruksi sosial yang secara sistematis dikelola dan direkonstruksi oleh institusi utama, yakni Negara, Media, dan Akuntansi. Pengelolaan ini menghasilkan dualisme perlakuan yang parah antara kejahatan kerah putih (yang mendapat hukuman ringan) dan fenomena pemenjaraan massal (yang menunjukkan bias rasial dan kelas yang mendalam). Dari pertimbangan bahwa hubungan kekuasaan dan distribusi kekayaan menunjukkan kurangnya perubahan signifikan, disimpulkan bahwa aktivis akuntansi harus bekerja dalam domain mereka sendiri sambil bekerja sama dengan efektif terhadap gerakan sosial yang lebih luas dalam keadilan global untuk menantang ketahanan struktur yang mengabadikan ketidakseimbangan kekuasaan tersebut.
« Kembali ke daftar judul