Systematic Literature Review: Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-EMKM) pada Penyusunan Laporan Keuangan UMKM di Indonesia

Penulis
Sri Ayem, Fuadhillah Kirana Putri, Desi Fitriani Arang, Fina Cholifiana, Helen Rambu Laja Kodi R. Langu, Tiara Pratama Putri, dan Vivi Septiani.
Jurnal
LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi
Reviewer
Alya Salima

Latar Belakang
UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar. Rendahnya pengetahuan akuntansi, kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan sumber daya menyebabkan banyak UMKM belum menerapkan SAK-EMKM. Padahal, laporan keuangan yang sesuai standar sangat penting untuk transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan akses pembiayaan. Oleh karena itu, diperlukan kajian sistematis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi SAK-EMKM di Indonesia.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi SAK-EMKM dalam penyusunan laporan keuangan UMKM di Indonesia, mengidentifikasi metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian terdahulu, serta merumuskan solusi atas permasalahan penerapan SAK-EMKM.
Metode
Pendekatan Kualitatif.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SAK-EMKM dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: pengetahuan SAK, sosialisasi, latar belakang dan jenjang pendidikan, umur usaha, omzet, persepsi pelaku, kesiapan pelaku UMKM, motivasi, pencatatan laporan keuangan, ukuran usaha, pemahaman teknologi informasi, kualitas SDM, komitmen, serta pengungkapan catatan laporan keuangan. Selain itu, metode pengumpulan data yang paling dominan digunakan dalam penelitian sebelumnya adalah kuesioner, disusul wawancara dan observasi. Penelitian juga merekomendasikan pentingnya sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan aplikasi akuntansi sederhana untuk meningkatkan implementasi SAK-EMKM.
Kesimpulan
Implementasi SAK-EMKM pada UMKM di Indonesia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, terutama pengetahuan, kesiapan, dan kualitas SDM. Metode pengumpulan data yang umum digunakan dalam penelitian adalah kuesioner, wawancara, dan observasi. Untuk meningkatkan penerapan SAK-EMKM, diperlukan peran aktif pemerintah dan stakeholder melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan sistem pencatatan keuangan berbasis teknologi.
« Kembali ke daftar judul