Pengaruh Keamanan Siber dan Ukuran Perbankan terhadap Kinerja Perbankan (Risk Based Bank Rating)

Penulis
Nur Indah Aprillia dan Etty Murwaningsari
Jurnal
Jurnal Ekonomi Trisakti
Reviewer
Natasya Febriyola

Latar Belakang
Dalam era digital, bank menghadapi tantangan besar berupa meningkatnya ancaman keamanan siber seperti phishing, malware, ransomware, dan kebocoran data yang dapat mengganggu operasional dan menurunkan kepercayaan nasabah. Kasus serangan ransomware pada Bank Syariah Indonesia tahun 2023 menjadi contoh nyata bahwa serangan siber dapat mengganggu layanan dan merusak reputasi bank. Di sisi lain, ukuran bank sering kali dianggap memengaruhi kinerja karena bank yang lebih besar diharapkan mampu mengelola aset secara efisien dan menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi. Namun, hasil penelitian terdahulu menunjukkan temuan yang tidak konsisten, sehingga penelitian ini dilakukan untuk menguji kembali pengaruh keamanan siber dan ukuran perbankan terhadap kinerja bank.
Tujuan
Untuk menguji secara empiris pengaruh keamanan siber dan ukuran perbankan terhadap kinerja perbankan di Indonesia.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan 47 perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan pengujian model menggunakan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random Effect Model (REM).
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keamanan siber berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perbankan. Hal ini berarti semakin tinggi investasi bank dalam sistem keamanan siber, semakin baik pula kinerja perbankan yang diukur melalui RBBR. Hasil ini sejalan dengan teori sinyal (signal theory), yang menjelaskan bahwa pengungkapan dan penerapan keamanan siber yang baik memberikan sinyal positif kepada investor dan nasabah mengenai kredibilitas serta kinerja bank. Sebaliknya, variabel ukuran perbankan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perbankan. Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya aset bank tidak selalu menjamin peningkatan kinerja, karena pengelolaan aset yang tidak efisien dapat menghambat profitabilitas. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,0851 menunjukkan bahwa hanya sekitar 8,5% variasi kinerja perbankan dapat dijelaskan oleh dua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Kesimpulan
Keamanan siber memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perbankan, sedangkan ukuran perbankan tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen perbankan agar terus meningkatkan investasi dalam sistem keamanan siber guna menjaga stabilitas dan kinerja keuangan. Bagi regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam memperkuat kebijakan pengawasan dan penerapan standar keamanan siber di sektor perbankan.
« Kembali ke daftar judul