Etika Kebajikan Aristoteles dan Pendidikan Akuntansi dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan: Literature Review
Penulis
Yoanelita Maria Hopong, dan Erina Sudaryati
Jurnal
Owner: Riset & Jurnal Akuntansi
Reviewer
M. Adib Alfarezi
Latar Belakang
Artikel ini dilandasi oleh pentingnya laporan keuangan sebagai instrumen vital bagi perusahaan untuk memberikan informasi finansial, menilai kinerja, dan menentukan arah masa depan. Namun, dalam praktiknya sering terjadi kesalahan baik yang tidak disengaja maupun disengaja, yang bahkan berujung pada skandal besar seperti Enron dan WorldCom. Hal tersebut menunjukkan lemahnya pemahaman dan penerapan etika dalam profesi akuntansi. Aristoteles dengan konsep etika kebajikan menekankan pengembangan karakter, kejujuran, dan integritas, sehingga menjadi relevan untuk mengatasi persoalan pelaporan keuangan. Pendidikan akuntansi juga tidak cukup hanya menekankan kemampuan teknis, melainkan harus mengintegrasikan aspek moral agar akuntan mampu menjaga kepercayaan publik.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur mengenai penerapan etika kebajikan Aristoteles dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan, menilai peran pendidikan akuntansi dalam membentuk akuntan yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga berkarakter moral, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang masih ada dalam bidang ini.
Metode
Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan sintesis naratif. Pencarian literatur dilakukan melalui database Summon yang mencakup Elsevier, Emerald, ProQuest, SpringerLink, dan Ebsco. Dengan menggunakan kombinasi kata kunci tertentu, diperoleh lebih dari seribu artikel, yang setelah disaring menghasilkan tiga belas artikel yang dianggap relevan dengan topik penelitian. Artikel-artikel ini kemudian dianalisis berdasarkan tahun terbit, distribusi geografis penulis, dan relevansinya dengan pertanyaan penelitian.
Hasil dan Pembahasan
Penelitian menemukan 13 artikel relevan yang membahas etika kebajikan dan pendidikan akuntansi, dengan sebagian besar berasal dari Amerika dan Eropa. Hasilnya menunjukkan bahwa etika kebajikan Aristoteles penting untuk membentuk akuntan yang jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam pelaporan keuangan. Selain itu, pendidikan akuntansi perlu menyeimbangkan kemampuan teknis dan moral agar akuntan mampu membuat keputusan etis dan menjaga kepercayaan publik terhadap laporan keuangan perusahaan.
Kesimpulan
Penelitian menyimpulkan bahwa etika kebajikan Aristoteles berfungsi sebagai fondasi moral penting dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan karena menekankan kejujuran, integritas, dan tanggung jawab. Sementara itu, pendidikan akuntansi harus mampu menyeimbangkan penguasaan keahlian teknis dengan pengembangan keahlian moral. Reformasi pendidikan akuntansi dipandang penting untuk memperkuat identitas profesional akuntan, meningkatkan kepercayaan publik, dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan etis di masa depan.
« Kembali ke daftar judul