Dampak Investasi, Kinerja Ekspor, dan Inflasi dalam Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia: Analisis Data Panel

Penulis
Siti Komariyah, Halimatus Putriya, dan R. Alamsyah Sutantio.
Jurnal
Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan
Reviewer
Nayra

Latar Belakang
Penyerapan tenaga kerja menjadi elemen penting dalam pembangunan nasional karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan stabilitas sosial-ekonomi. Integrasi ekonomi global memberi ruang yang lebih luas bagi investasi dan ekspor, namun juga menghadirkan tantangan seperti inflasi yang dapat mengikis daya serap pasar tenaga kerja. Untuk itu, penelitian ini dilakukan guna mengkaji sejauh mana investasi, kinerja ekspor, dan inflasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di seluruh provinsi Indonesia.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi (termasuk foreign direct investment), kinerja ekspor, dan inflasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia dengan menggunakan data panel seluruh provinsi.
Metode
Penelitian memakai data panel seluruh provinsi di Indonesia untuk jangka waktu tertentu, dengan model regresi fixed‐effect. Variabel bebas meliputi investasi (FDI), kinerja ekspor, dan inflasi; variabel terikat adalah penyerapan tenaga kerja. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan kerangka data panel.
Hasil dan Pembahasan
Hasil menunjukkan bahwa investasi dan kinerja ekspor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan inflasi justru memiliki pengaruh negatif yang signifikan. Dengan kata lain, peningkatan investasi dan ekspor mampu meningkatkan jumlah tenaga kerja yang terserap, namun peningkatan inflasi dapat menghambat penyerapan tersebut. Dalam pembahasan, penulis membahas bagaimana regulasi investasi, infrastruktur, serta kestabilan harga menjadi faktor kunci dalam menciptakan lapangan kerja. Disoroti pula bahwa sinergi kebijakan fiskal dan moneter diperlukan agar efek ekspor dan investasi bisa optimal serta efek negatif inflasi dapat ditekan.
Kesimpulan
Penelitian menyimpulkan bahwa variabel investasi dan kinerja ekspor berperan positif dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia, sementara inflasi berperan negatif. Karena itu, kebijakan yang mendorong kemudahan investasi, peningkatan ekspor, serta pengendalian inflasi sangat diperlukan untuk memperbaiki kondisi tenaga kerja.
« Kembali ke daftar judul