Valuasi Ekonomi Nilai Jasa Hutan: Sebuah Literature Review

Penulis
Zulfia Memi Mayasari, Fadilah, Reflis, Satria Putra Utama, dan Mustopa Ramdhon
Jurnal
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi
Reviewer
Hergy Wigantara

Latar Belakang
Artikel ini menyoroti pentingnya valuasi ekonomi hutan karena selama ini manfaat tidak langsung seperti penyerapan karbon dan pengaturan air kurang diperhatikan. Hutan lebih sering dipandang sebagai penghasil kayu atau rotan, sehingga kebijakan pengelolaannya cenderung jangka pendek dan mengabaikan keberlanjutan lingkungan. Valuasi ekonomi diperlukan untuk menampilkan Total Economic Value (TEV) dari seluruh jasa hutan bagi manusia dan ekosistem.
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah mengulas literatur tentang valuasi ekonomi hutan, khususnya manfaat tidak langsung yang sering diabaikan, guna meningkatkan kesadaran publik dan pembuat kebijakan terhadap fungsi ekologis hutan seperti penyerapan karbon dan penyediaan jasa lingkungan.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode literature review dari sembilan jurnal nasional dan internasional untuk mengidentifikasi parameter dan kontribusi nilai ekonomi tidak langsung terhadap nilai ekonomi total hutan.
Hasil dan Pembahasan
Hasil kajian menunjukkan bahwa manfaat tidak langsung hutan (Indirect Value) memberikan kontribusi besar terhadap nilai ekonomi total hutan (TEV). Berbagai penelitian, seperti Mulyadin & Surati (2018), Muthmainnah & Tanhur (2018), Masiun et al. (2020), Harini et al. (2021), Hatu et al. (2021), Masyruroh & Rahmawati (2021), Sari et al. (2022), dan Huzaini et al. (2023), menunjukkan bahwa fungsi hutan seperti penyerapan karbon, produksi oksigen, pengendalian erosi, dan resapan air menyumbang antara 14% hingga 99% terhadap TEV. Secara keseluruhan, hasil penelitian tersebut menegaskan bahwa jasa ekologis hutan memiliki nilai ekonomi tinggi dan penting untuk dipertimbangkan dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Kesimpulan
Artikel ini menyimpulkan bahwa hutan bernilai ekonomi tinggi, terutama dari manfaat ekologis seperti penyerapan karbon dan produksi oksigen. Karena itu, kebijakan pengelolaan hutan harus memperhatikan nilai jasa ekosistem guna mendukung keberlanjutan dan konservasi lingkungan.
« Kembali ke daftar judul